Senin, 21 Juli 2014

Menjadi Wanita Indah Bukan?

                Wanita adalah satu-satunya makhluk Allah yang sangat indah. Wanita diciptakan sebagai pribadi yang lembut dan tak pernah menuntut. Wanita begitu sempurna, sehingga Allah tanamkan dalam dirinya sebuah cinta. Tak ada wanita yang tidak sempurna. Karena Allah telah memberikan sifat sabar, kuat, tabah sehingga tak ada alasan untuk menyakiti seorang wanita.

            Wanita diciptakan memang untuk menjadi pasangan seorang pria. Namun, tak semua wanita menjaga kodratnya sebagai wanita. Banyak wanita yang tidak bersyukur atas kodratnya. Padahal, menjadi seorang wanita adalah anugerah terindah yang Allah berikan untuk kita. Katanya, nanti ketika hari kiamat datang, neraka dipenuhi oleh para wanita? Mengapa? Bukankah neraka terbuka bagi siapa saja?

            Memang benar, jelas tertera di hadits, bahwa neraka akan dipenuhi oleh para wanita di akhirat nanti. Namun, syurga teratas atau syurga tertinggi juga akan dipenuhi banyak wanita. Mengapa? Karena menjadi seorang wanita tidak semudah membuat kue. Wanita tinggal memilih, mau masuk syurga atau neraka? Jelas jawabannya syurga. Toh, ibaratnya masuk ke istana megah yang tak ditemukan di dunia.

            Tapi mengapa nanti penghuni neraka kebanyakan dari kaum wanita? Kalau mikir secara logis, ternyata wanita sangat sensitif dengan syurga atau neraka. Apakah menjadi seorang wanita yang baik sudah bisa masuk syurga? Apakah seorang wanita yang tidak pernah sholat bisa langsung masuk neraka? Belum tentu.

            Menurut buku-buku yang saya baca, bahwa Allah akan membuka pintu syurga seluas-luasnya kepada wanita yang menjaga kehormatannya dari para pria. Ketika sudah menikah, Allah akan membukakan pintu syurga kepada wanita yang selalu taat kepada suaminya. Ketika sepasang suami&istri itu belum dikaruniai anak, lalu wanita mengizinkan suaminya untuk menikah lagi agar sang suami memperoleh keturunan, maka syurga lah untuknya. Dan ketika wanita melahirkan seorang bayi, lalu ia meninggal karena telah memperjuangkan anaknya, maka syurga lah baginya. Subhanallah...........

            Seharusnya tidak ada alasan menyakiti seorang wanita. Hatinya begitu lembut, itulah sebabnya mengapa wanita sering menangis. Akui saja bila menjadi seorang wanita memang lelah. Harus berpura-pura tegar di depan banyak orang. Menutupi masalah dari hadapan orang. Dan selalu berikhtiar ketika cobaan terus datang. Wanita memang nomor 1 dari segi hatinya. Wanita tidak seharusnya dikasari, disakiti dan tidak dihargai.  Wanita hanya butuh kasih sayang, sanjungan dan perhatian yang seharusnya dia dapatkan.

            Saya belum menikah, belum tau persis bagaimana kehidupan ketika kita serumah dengan orang yang kita cinta. Belum tau bagaimana tak lagi hidup manja dengan orangtua. Tak tau rasanya bertanggung jawab atas kehidupan berumah tangga. Tapi, pengetahuan adalah sumber kehidupan. Kalau saya mencari informasi tentang kehidupan saya ke depan, tidak jadi masalah kan?hehe. Selama saya tidak merugikan orang lain ya saya rasa tidak bermasalah. Intinya, bangga menjadi seorang wanita. Yang diciptakan Allah begitu spesialnya. Yang seharusnya diperlakukan oleh seorang pria sangat istimewa.

Anggaplah wanita seperti mutiara, yang kalau dijual sangatlah mahal. Mencarinya saja susah, mana mungkin terbuang begitu saja. Maksudnya, mencari wanita yang benar-benar baik sangatlah susah. Ketika seorang pria mendapatkan wanita baik, maka jagalah ia seperti mutiara. Jangan sampai pecah ataupun terbuang. Karena mencarinya saja tak semudah membalikkan telapak tangan. Ketika sudah mendapatkan wanita yang sangat diidam-idamkan, jangan sampai wanita tersebut diambil orang. Ibaratnya, sudah susah payah mencari mutiara di tengah laut, lalu langsung dicuri orang. Begitulah rasanya......


Sekian dan terimakasih

Harapan Kedua Orangtua

Sebenarnya yang dibutuhkan para orangtua adalah anak-anak yang sholeh dan sholehah. Yang senantiasa selalu mengingatnya dalam setiap doa dan menghindari hal yang bisa membuatnya kecewa. Yang dibutuhkan para orangtua atas anaknya adalah tutur kata yang selalu baik, yang mencerminkan jiwa yang sabar, tegar bahkan ikhlas menjalani hidup bersama mereka. Yang terpenting selalu membawa mereka dalam kebahagiaan bukan malah sebaliknya.

Yang orangtua inginkan adalah jannah dari seorang anaknya. Bacaan Al-qur’an yang selalu para anak lanturkan menjadi sebuah pondasi yang bisa menyelamatkan mereka dari keterpurukan dunia. Ayat-ayat tersebut merupakan tabungan untuk orangtua yang tak pernah putus mendoakan anak-anaknya. Orangtua lah yang selalu membuat kita(para anak) menjadi jera atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidup kita dulu, sekarang bahkan menjelang akhir kehidupan dunia. Tanpa mereka, kita tak ada apa-apanya. Dan tanpa mereka, kita tak mungkin terlahir ke dunia.

Ibu yang melahirkan seorang anak, tau persis bagaimana memperjuangkan seorang janin yang sudah dikandungnya. Lalu dia menjaga dengan penuh kehati-hatian. Sebab, dia tak ingin darah dagingnya yang sudah Allah amanahkan tergores oleh apapun. Dia merawat kandungannya selama 9 bulan, sabar menunggu calon anaknya yang lucu lahir melihat dunia. Betapa senangnya ketika anaknya lahir ke dunia dengan selamat dan sempurna. Tak kuasa air matanya terus mengalir bahagia menyambut sosok baru yang akan menjadikan dia seorang ibu sesungguhnya.

Ketika itu, ibu masih merasa bingung karena selalu, selalu dan selalu anaknya terbangun dikala haus, selalu terbangun di tengah kesunyian malam, selalu terbangun dikala seorang ibu sudah lelah mengurusnya dan dikala ibu harus memejamkan matanya sebentar. Masa itu adalah masa dimana kita seorang anak harusnya tau bahwa ibu lah yang berjiwa besar, dia lah yang berjiwa sabar. Kesabarannya takkan bisa terbayar oleh apapun juga.

Hari demi hari anaknya bertambah besar. Tumbuh dengan jiwa yang sehat karena ibu selalu memberikan makanan yang tinggi gizinya untuk anaknya. Walaupun mungkin uang belanjanya tak cukup untuk membeli lauk yang mahal, setidaknya ibu sudah berusaha membelikan makanan yang banyak gizinya. Meskipun murah, namun masih bersyukur karena Allah telah memberikannya seorang anak yang bisa membuatnya lebih tegar hidup di dunia. Tak ada satu pun yang bisa menggantikan seorang anak dan tak ada satu pun yang bisa menggantikan seorang ibu.

Waktu terus dan terus berlalu. Ketika anaknya tumbuh menjadi dewasa. Yang bisa mengganti pekerjaan ibu/bapaknya, membantu memenuhi kebutuhan mereka. Namun, apakah  orangtua bangga karena anaknya selalu memberikan uang, uang dan uang? Walaupun uang tersebut dapat dibelikan apapun atau untuk kebutuhan hidup, tapi jangan merasa bangga. Karena anak yang sholeh/sholehah yaitu anak yang memberinya bekal untuk akhirat bukan malah dunia. Jika anak senantiasa terus menerus memberikan uang yang banyak tapi tak bisa menopang kehidupan akhirat, bagaimana bisa anaknya menyelamatkan orangtuanya dari neraka? Apakah uang dapat membeli neraka? Apakah Allah dengan senang hati menjual surga atau bahkan neraka?

Sesungguhnya, anak-anak yang baik adalah anak-anak yang selalu menuntun orangtuanya untuk menemukan jalan ke surga. Dengan doa, bacaan Al-qur’an, sholat dan perintah lainnya yang Allah serukan untuk kita, kita jalankan dengan penuh keikhlasan. Kita sebagai seorang anak, terus..terus..dan terus berdoa untuk orangtua kita, untuk kebahagiaan mereka dunia dan akhirat. Meminta kepada Allah agar senantiasa melancarkan rezeki orangtua kita, selalu melindungi mereka dimana pun mereka berada dan memohon agar mereka dipanjangkan umurnya serta kesehatan yang sempurna.


Sebagai seorang anak yang ingin dibilang sholeh/sholehah, mari kita jadikan tingkah/tutur/hati yang bisa membuat para orangtua kita bangga memiliki kita. Baik prilaku yang membahagiakan mereka di dunia maupun di akhirat. Dari sekarang, kita tabungkan seluruh kebaikan untuk menyelamatkan orangtua kita menuju surga.

Selasa, 17 Juni 2014

Abang None Tak Sampai

Intinya ini Abang None yang tertunda hahahaha ngakak.

Hunting


Sabtu, 26 April 2014

Hormatilah Orangtuamu Semasih Dia Hidup




Seperti yang kita ketahui bahwa seseorang tidak bisa hidup tanpa adanya orang disekelilingnya. Perjuangan seseorang tidak akan menjadi sebuah kesuksesan tanpa adanya dukungan dari keluarga terutama orang tua. Tetapi pada zaman sekarang ini hampir setiap orang tidak memberlakukan orang tua secara baik. Padahal orang tua adalah sumber dari amanat tuhan yang harus dijadikan seperti raja dan ratu bukan sebaliknya.

Seorang laki-laki yang berusia sekitar 15tahun ini sering memberlakukan orang tuanya seperti budak yang tidak pantas untuk ditiru. Setiap hari ibunya yang hanya seorang pedagang kue keliling harus melayani anaknya setiap waktu. Jika ibunya tidak melayani, anak itu tidak segan memukul bahkan menendang ibunya sampai terjatuh. Ayahnya yang hanya seorang petani di sawah milik tetangga tidak mengetahui ibunya dijadikan budak setiap hari. Yang ayahnya tahu, anaknya selalu bersikap manis setiap dia bertanya.

Tak lama kemudian, ketika ayahnya pulang tidak seperti biasanya(lebih awal), dia melihat isterinya sedang diperbudakkan oleh anaknya. Setelah dia masuk ke dalam rumah, dia tak segan-segan memukul anaknya dan berkata”kau apakan ibumu itu?”. Lalu anaknya menoleh dengan keadaan panik dan menjawab”ti..dak yah, aku hanya memberi pelajaran bagi ibu, dia tidak becus mengurusku yah”. Ayahnya menjawab lagi “tidak becus bagaimana maksudmu? Apa kamu tidak bisa mengurus dirimu sendiri? Kamu sudah cukup besar nak, ibumu sudah terlalu lelah mencari uang untuk menutupi penghasilan ayah. Seharusnya kamu mengerti itu”.

Anaknya pun menjawab dengan nada keras”Apa kata ayah? Walaupun ia mencari uang tetapi tetap saja aku tak punya apa-apa. Aku malu yah.. maluuuu. Teman-temanku lebih layak kehidupannya dibanding aku. Apa aku salah jika aku menyuruh ibu untuk melayani apa yang aku mau?”. Lalu ibunya membela anaknya dan berkata”Sudah yah ini memang sudah menjadi kewajibanku untuk melayani anak kita. Biarkan saja dia menyuruhku selagi aku mampu. Jika aku sudah tiada, pasti dia tidak menyuruh ibu lagi”.

Anaknya pun sangat tersentuh mendengar kata-kata ibunya. Ketika anaknya ingin berbicara, ayahnya menoleh ke isterinya dan berkata”Tidak pantas kau berbicara seperti itu. Seandainya aku tau dari awal bahwa anak kita sudah mendurhakai seseorang yang telah mengandungnya selama 9bulan, bahkan selalu setia menemani dia setiap dia menangis di tengah malam, aku tak habis fikir. Salah apa kita sampai mempunyai anak yang tak tahu berterima kasih.”

Lalu anaknya pun meminta maaf kepada ibunya dan menyadari perbuatannya. Sungguh tak ada yang lebih berharga dari keluarga. Karena mereka selalu berada di samping kita dalam suka dan duka. Janganlah kalian mendurhakai orangtua terutama ibu, karena ridho Allah tergantung ridho orangtuamu......
@viaaaSY

Jangan Pake Perasaan


Ada sebuah perbincangan yang gue sendiri bingung nentuin endingnya....gatau ini penting atau ngga penting. Intinya jangan pake perasaan.

Sule: Cit, perasaan tadi gue baru aja gelatakin hp disini, kok sekarang enggak ada?
Ocit: Perasaan lo doang kali.....
Sule: Ih gue serius, perasaan gue nggak masukkin ke kantong celana
          (Sambil masang muka bingung).
Ocit: Kan udah gue bilang le kalo mikir jangan pake perasaan, buktinya gaada kan.
Sule: Iya maksut gue tuh, hp gue gak gue masukkin ke kantong cit.
Ocit: Kalo lo nggak bermaksut berarti tetep pake perasaan dong?
Sule: Emosi gue lama-lama ngomong sama lo. Makanya kalo sekolah tamatin sampe lulus, lo mah kelas 2 mulu dari lahir.
Ocit: Emosi itu munculnya dari perasaan le. Kan gue udah bilang jangan pake perasaan.
Sule: (Banting meja) yaAllah cit sabar banget gue jadi temen lo. Untung lo masih ada yang temenin. Dan untung gue orangnya penyayang.
Ocit: Nah gitu dong le, kalo sayang baru harus pake perasaan. Karena sayang lo pake perasaan, jadi lo engga sabar ngadepin temen kaya gue.
Sule: (Teriak pake urat) sekarang mending lo pulang!!!! daripada genteng rumah gue melayang ke lobang hidung lo!
Ocit: Sebelum gue pulang gue cuma mau ingetin besok-besok jangan pake perasaan. Tuh hp lo dikantong baju. (Sambil lari ngibrit).
Sule: Dasar tusukan sate! belom pernah gue panggang diatas neraka. Eh tapi neraka apinya kaya apa? gue gatau (Bingung sendiri).

Mantan yang Hilang Membawa Harapan







Ini bukan cerita gue, asli bukan gue banget! Kadang gue emang suka menceritakan hal-hal yang mungkin bisa diambil sebagai pelajaran. Ya tergantung elo nyimpulin cerita gue kayak apa. Bisa mengambil dari sisi kebaikan atau malah keburukan? Whatever!!!!!

Ada seorang cewek, Riri namanya. Boleh dibilang dia salah satu cewek jaman sekarang yang sedang mengalami masa-masa cinta namun yang datang malah derita. Sebelumnya, Riri single alias sedang sendiri. Entah darimana datangnya, seorang sosok cowok yang bernama Bany datang membawa cinta untuknya. Riri tipe cewek yang enggak suka muluk-muluk milih cowok. Kalo dia merasa tertarik dengan cowok itu, ya dia mencoba untuk menjalaninya.

Kadang hidup itu aneh. Mencintai seseorang yang layak untuk dicinta malah berending tanpa berita. Riri fix pacaran dengan Bany. Awalnya manisssss banget. Namun endingnya? Miris banget! Sebulan pertama, mereka masih bisa menjaga. Dari mulai terbit matahari, sampai tenggelamnya bumi. Eh salah maksudnya tenggelamnya matahari. Dari yang kemana-mana bareng, enggak bisa lepas kayak amplop sama prangko, bahkan adik Riri selalu minta Bany untuk selalu main ke rumahnya.

“Selamat Pagi sayanggg....jangan lupa sarapan ya. Jangan telat loh jalan sekolahnya. Loveyouuu<3” selalu seperti itu. Kadang, chattan orang pacaran...sama sekali enggak menguntungkan. Pertanyaannya selalu dibolak-balik. Nanyanya udah kayak wartawan, tapi jawabannya? Ya cukup bikin mengenaskan. Apalagi kalo cuma dijawab singkat kayak pengguna esia. Balik lagi ke Riri, Riri emang selalu nyaman sama orang yang udah membuatnya nyaman. Dia sama sekali enggak ada pikiran untuk ninggalin Bany. Dan Riri tipe cewek yang kalo udah sayang sama seseorang, dia enggak akan pernah menghilang. Selalu setia sama yang satu, walalupun kadang doi membuat hatinya ragu.

Bany memang terlihat sayang dengan Riri. Sifatnya dewasa, perhatian, baik hati. Tapi....Bany masih belom bisa mengartikan untuk apa dia mencintai. Dua bulan berikutnya, hubungan masih kalem kayak pohon palem. Masih bisa saling ngerti kalo lagi emosi. Masih saling perhatian bahkan romantis-romantisan. Hubungan mereka lagi indah-indahnya di bulan kedua.

Bulan ketiga, hubungan Riri dengan Bany dilanda gempa bumi alias sering bertengkar tiap hari. Rasanya udah enggak ada kecocokan diantara mereka. Padahal Riri sangat mencintai Bany. Bany jadi sering menghilang tanpa kabar, udah nggak perduli Riri berbuat apa seharian dan yang lebih ngenesnya lagi.....Bany berubah total.

Di bulan keempat, hubungan makin enggak bener. Hingga pada waktu yang tepat, Riri mengungkapkan semua yang dirasakannya dengan penuh rasa nekat. Disatu sisi dia capek menjalani semua ini. Tapi disisi lain, dia masih sangat mencintai Bany. Namun perlakuan Bany lah yang membuat Riri tak tahan lagi. Semua keindahan hilang dalam sekejap jika Riri membayangkan perlakuan Bany akhir-akhir ini. Dan.............sebuah peperangan dimulai!!!!!!!!!

“Aku tuh capek sama sikap kamu yang kayak gini. Aku udah sabar banget sama kamu. Enggak ada kabar aku masih sabar. Engga ada perhatian aku masih bisa tahan. Terus sekarang maunya apa? Oke lebih baik kita break sampe kamu balik kayak dulu!”bentak Riri. “Maaf kalo sikap aku udah bikin kamu sengsara kayak gini. Aku enggak bermaksut Ri....aku punya alasan kenapa aku berubah. Ada saatnya dimana aku harus cerita semuanya. Tapi aku belom merasa nyaman pacaran sama kamu. Aku pengen cari yang lebih sempurna. Aku enggak bisa nyakitin kamu terlalu lama. Semoga itu keputusan terbaik kamu ya Ri”jawab Bany.

“Oh jadi 4 bulan pacaran sama aku kamu belom bisa merasa nyaman? Terus perhatian kamu terakhir belakangan ini cuma nutupin kesalahan? Iya? Yaudah kalo emang kamu mau cari yang sempurna. Tapi menurut aku, manusia itu selalu nutupin kekurangan dengan kelebihan yang dia punya. Jadi kesempurnaan itu emang enggak ada. Mau kamu cari sampe ke ujung dunia juga akan sia-sia. Makasih ya Ban udah ada dalam hidup aku walaupun hanya sesaat. Kamu udah kasih aku pelajaran bagaimana memanfaatkan kehidupan!”sahut Riri lagi. “Tapi Ri, aku juga sayang sama kamu. Aku kan bilang ada alasan yang membuat aku kayak gini. Kamu mau break yaudah aku turutin. Aku akan intropeksi beberapa hari ke depan. Maaf Ri..........”ucap Bany dengan lantang.

Oke masalah udah clear. Walaupun itu hal yang paling menyesakkan buat Riri. Terkadang, merelakan seseorang yang kita cintai untuk pergi....malah selalu membuat ketidaktenangan di hati. Yah apa boleh buat, toh daripada sakit hati setiap hari lebih baik mengundurkan diri jadi single lagi hahaha. Riri bilang ke Bany untuk break loh bukan putus. Tapi enggak tau Bany nyimpulinnya itu kayak gimana. Kadang, cowok itu suka salah mengartikan kata. Bany bilang, dia akan menjelaskan alasan kenapa dia berubah. Tentu saja Riri menunggu alasannya itu.

Setelah break, Riri masih menyimpan hatinya untuk Bany. Entah sampai kapan perasaannya itu terus Riri simpan. Ketika ditanya apakah dia masih mengharapkan sosok Bany? Tentu iya. Cewek mana yang tidak menunggu jika sang mantan berjanji untuk menceritakan apa yang terjadi? Walaupun Riri yang membuat keputusan untuk mengakhiri hubungannya, tapi itu salah satu cara agar Bany jera akan perbuatannya.


Berharap dan terus berharap. Bany menghilang dan tak akan pernah datang. Membawa janji yang tak pernah dia tepati, menyisakan kenangan yang akan selalu tersimpan. Dan terus selalu terbayang walaupun kepergiannya tak diketahui. Itulah cinta......tetap  menjaga hingga alasan itu tiba. Tetap berharap meski mimpi terus menghantui ketika sedang terlelap.